Pages

Selasa, 27 November 2012

This house believes that the internet is the new opiate of the masses


I agree because of the internet as a tool of modern electronics that provide a wealth of information not only data, but also can be used as a tool to save the file and can be used to communicate with anyone via social networking. Internet brings changes to every person using.
Internet has a purpose, which is to communicate with other users around the world through social networking can help us in socializing with others. Either through the mail (email), chat, facebook, twitter, and yahoo messenger. Internet as a means of entertainment and games are games, music, and online games to entertain themselves when they feel bored and tired. Internet can also store multimedia files, such as audio, images, documents, and videos.
With the internet we can make the learning process more quickly, because the internet is very easy to use and supported by a number of search engines (search engines) like Google to find information, and the information presented is more interesting so monotonous. Internet allows us to obtain information on education, culture, and others. In addition we can do business over the Internet is practically in the trade so no need to look for the consumer but it is quite up to date by clicking the marketing of goods with complete information so that everyone can see.
The benefit of the internet is to encourage us to more actively seek knowledge and information so that we are not out of date and expedite and facilitate communication between teachers and students of education to facilitate the interaction and learning.

Sabtu, 05 Mei 2012

Kita Tetap Sahabat

Disuatu daerah kecil terdapat sebuah sekolah yang sekarang dinamakan SMP Negeri 25 Bakti dengan bangunan yang sudah lumayan tua dan pagar besi hitam yang mengelilingi sekolah itu. Dan disekitar sekolah itu terdapat persawahan yang masih alami sehingga menyejukkan suasana di sekolah. Aku adalah salah satu murid baru di sekolah itu. Aku pindahan dari SMP Negeri 7 Sinar Jaya. Aku pindah sekolah karena mengikuti orang tuaku yang di tugaskan bekerja di salah satu perusahaan yang dekat dengan sekolah baruku. Awalnya aku ragu untuk pindah sekolah karena aku takut tidak ada yang mau berteman denganku. Tetapi aku mencoba untuk menuruti keinginin orang tuaku.
****
Pagi itu aku dan orang tuaku membereskan semua barang-barang yang akan dibawa untuk pindah. Saat perjalanan berlangsung aku tertidur. Beberapa jam kemudian aku terbangun dan kamipun sampai di rumah baru yang akan kami tempati. Kemudian kami membereskan barang-barang yang telah dibawa yang akan disimpan di rumah baruku.
****
Keesokan harinya, aku masuk sekolah untuk pertama kalinya di sekolah baruku. Dan aku di antar oleh salah satu guru di sekolah itu. Aku sangat malu karena hampir semua siswa tertuju kepadaku. Lalu aku langsung memperkenalkan diri di hadapan teman-teman baruku “selamat pagi. Perkenalkan nama aku Rahma, aku pindahan dari SMP Negeri 7 Sinar Jaya” kataku, kemudian guru menyuruhku duduk di bangku depan yang mana di bangku tersebut hanya ada siswi yang duduk seorang diri, dengan tatapan mata yang tertuju padaku seakan-akan dia ingin berteman denganku.
“Hi, nama aku Ririn” ujar Ririn dengan suara yang pelan
“Hi juga, aku Rahma” jawabku dengan memberikan tersenyum
Bel istirahatpun berbunyi, aku dan temanku Ririn hendak pergi ke kantin namun ada Siksa dan teman-teman yang lain ingin ikut ke kantin bersamaku. Kemudian dengan senang hati aku bersama mereka lalu pergi ke kantin. Kami berbincang-bincang selagi masih di kantin. Sering kali aku perhatikan, Ririn hanya terdiam saja ketika aku tanya dan dia hanya mengangguk-ngangguk kepala saja tanpa kata yang keluar dari mulutnya.
“Rin, kamu kenapa?” tanyaku dengan rasa heran.
Ririn hanya menggelengkan kepala.
“kamu sakit Rin?” tanyaku dengan penuh penasaran.
Ririn menggelengkan kepala untuk yang kesekian kalinya lagi. Lalu bel berbunyi itu tandanya bahwa istirahat sudah berakhir. Kami semua beranjak dari tempat duduk dan segera masuk kelas.
Tepat pukul 12.00 seluruh siswa saatnya pulang. Dan aku pulang bersama Ririn yang kebetulan rumahnya searah dengan rumahku. Hanya saja jarak rumah aku dari sekolah lebih dekat dari pada jarak rumahnya Ririn. Tiba-tiba aku teringat ketika kita makan di kantin tadi, karena aku masih heran dengan sikapnya maka aku bertanya lagi.
“Rin, waktu kita di kantin kok kamu diam saja?” tanyaku penasaran
“nanti kamu juga tahu” jawabnya sembari nunduk
Sejenak aku terdiam dan masih bingung dengan jawabannya. Aku bertanya lagi dengan sedikit memaksa.
“ayo Rin cerita saja padaku” seruku pada Ririn.
Kemudian Ririn menceritakan semuanya kepadaku bahwa dirinya tidak pernah ditemani oleh teman-teman sekelasnya dan dia juga suka di ejek sama teman-temannya yang ternyata orang yang suka mengejek Ririn adalah Siska dan teman-temannya, kata orang mereka adalah GENG. Sebelumnya Ririn berteman dengan Indah dan Sindy. Namun, GENGnya Siska tersebut mengancam mereka supaya menjauhi Ririn karena Ririn adalah murid yang keluarganya tidak punya di antara teman-teman sekelasnya. Sehingga Siska dan gengnya merasa tidak selevel berteman dengan Ririn. “Aku pikir mereka memang sering makan bareng kala istirahat tiba. Tetapi,  ternyata itu salah, pantas saja tadi sikap Ririn seperti itu” kataku dalam hati sambil mengehela nafas.
Sampai dirumah aku langsung menemui mamah dan mencium tangannya dengan penuh kegembiraan campur sedih.
“gimana tadi sekolahnya?” Tanya mamah dengan penuh penasaran
“baik kok mah, Rahma suka dengan sekolah baru Rahma dan Rahma juga sudah punya banyak teman di kelas” jawabku sembari tersenyum.
Saat  itu juga aku langsung menceritakan pada mamah hari pertamaku masuk sekolah, aku senang sekali karena teman-temanku menghargai kedatangan aku sebagai murid baru di sekolah itu.
“tapiiiiii…………” kataku dengan wajah sedih.
Raut wajah mamah semakin penasaran dan heran lalu bertanya lagi.
“tapi kenapa? Loh kok malah cemberut” Tanya mamah sambil mengerutkan kulit keningnya.
Kemudian aku menceritakan kembali kepada mamah apa yang di katakana Ririn tadi. Mendengar semua itu memang miris sekali apa yang dialami oleh teman baruku Ririn. Lagi sedih-sedihnya tiba-tiba mamah malah menggelitik aku dan memintaku untuk segera berganti pakaian dan langsung makan siang.
****
Keesokan harinya aku berangkat sekolah, tanpa di sengaja aku bertemu Ririn di jalan dan kita berangkat bersama. Sampainya di sekolah bel masuk pun berbunyi dan kita langsung masuk kelas dan duduk. Saat istirahat tiba, Indah dan Sindy mengahampiri aku dan Ririn lalu kita pergi ke kantin. Saat kita sedang makan, GENGnya Siska menatap tajam ke arah kita seakan-akan mereka tidak senang. Aku sempat mengajak mereka makan bareng tapi mereka menolaknya dengan penuh kekesalan di wajahnya. Aku hanya mambalas senyuman kepada mereka. Dan mereka pun langsung pergi dari kantin dengan kekesalannya. Dari situ kita sudah mulai dekat, suka mengerjakan tugas bersama, dan kita sering bermain bersama. Sehingga terbentuk persahabatan di anatara kita.
****
2 tahun kemudian persahabatan kita masih tetap berjalan dengan baik, tiba-tiba Sindy mengatakan kepadaku bahwa Ririn bersahabat denganku hanya untuk memanfaatkan apa yang aku punya dan mengatakan bahwa Ririn sudah bosan bersahabat denganku dan menjelek-jelekan aku. Awalnya aku tidak percaya tetapi tiba-tiba setelah itu Ririn semakin menjauh dariku. Dengan semua itu aku mulai sedikit percaya apa yang di katakana Sindy dan akupun sempat menjauhi Ririn juga sehingga kami saling berjauhan. Pada saat itu pikirkanku tertuju kata-kata yang di ucapkan Sindy dan sikap Ririn kepadaku.
****
1 Minggu kemudian kami membicarakan untuk menyelesaikan permaslahan ini dan ternyata Sindy hanya mengadu domba antara aku dan Ririn, aku sangat kecewa dengan apa yang sudah dilakukannya, aku langsung pergi meninggalkan mereka. Sampainya dirumah aku langsung masuk kamar tanpa memberikan salam kepada mamah yang biasa aku lakukan setelah pulang sekolah. Mamah yang sedang menyiapkan makan siang langsung dibawa heran olehku, kemudian mamah menghampiri ke kamarku
“Rahma kamu kenapa? Tidak seperti biasanya bertingkah seperti ini?” sahut mamah sambil mengetuk pintu.
Aku tidak menjawab sahutan mamah sehingga membuat mamah khawatir kepadaku.
“Rahama buka pintunya, kalo kamu lagi ada masalah cerita sama mamah jangan seperti ini. Mamah sudah siapkan makan siang buat kamu ayo turun mamah tunggu di bawah” seru mamah sambil berjalan menuju meja makan.
Lalu aku segera berganti pakaian dan turun menuju meja makan. Saat makan berlangsung mamah memaksaku untuk bercerita tapi aku tak ingin mamahku terlibat dalam masalah ini karena aku fikir aku bisa menyelesaikannya sendiri.
****
Keesokan harinya, saat ku masuk kelas ternyata hanya ada Sindy, aku menatap tajam kepadanya, membuatku teringat akan semua perbuatanya. Emosiku mulai memuncak akhirnya aku marah kepadanya dan kami sempat beradu mulut di kelas, sampai tanganku hampir melayang ke wajahnya namun Ririn dan Indah segera datang dan mencoba untuk memisahkna kita dan menenagkan kita. Beberapa saat kemudian aku sudah mulai tenang kamudian Ririn dan Indah menceritakan kepada kita bahwa ternyata GENGnya Siskalah yang telah membuat persahabatan kita menjadi seperti ini.
“maksudnya apa? Kalian tahu dari mana kalau semua ini penyebabnya mereka?” tanyaku yang masih bingun pada Ririn dan Indah.
Kemudian mereka menceritakan bahwa kemarin ketika mereka sedang makan di kantin tiba-tiba Siska dan geng datang dan mereka berbicara dengan suara lantang, mereka tidak tahu bahwa Ririn dan Indah ada disana, mereka puas dengan apa yang terjadi pada kita, dan Siska jugalah yang telah menghasut Sindy agar Sindy mengadu domba antara aku dan Ririn.
Kini aku sudah mulai mengerti, dengan penuh sesal aku segera meminta maaf kepada semua sahabatku. Untungnya saja mereka mau memaafkan aku. Akhirnya kita kembali lagi seperti dulu dimana kita selalu bersama dalam segala apapun dan sampai sekarang, besok, lusa dan seterusnya kami akan tetap jadi sahabat selamanya.

THE END

Senin, 23 April 2012

Definisi Biografi Basa Sunda


Biografi asalna ti basa Yunani, nyaéta bios anu hartosna hirup, jeung graphien anu hartosna tulis. Kalayan kecap séjén biografi mangrupa tulisan ngeunaan kahirupan hiji jalma. Biografi, sacara basajan bisa disebutkeun minangka hiji carita riwayat hirup hiji jalma. Biografi bisa ngawangun sawatara jajar kalimah waé, tapi ogé bisa mangrupa leuwih ti hiji buku.

Bédana nyaéta, biografi singget ngan ngadadarkeun ngeunaan fakta-fakta ti kahirupan hiji jalma sarta peran pentingna samentara biografi anu panjang ngawengku, tinangtu, informasi-informasi penting tapi dikisahkeun kalayan leuwih mendetail sarta tinangtu dituliskeun jeung gaya nyaritakeun anu alus.

Biografi menganalisa sarta ngajelaskeun kajadian-kajadian dina hirup hiji jalma. Liwat biografi, baris kapanggih hubungan, katerangan harti ti tindakan nu tangtu atawa misteri anu ngalingkup hirup hiji jalma, sarta guaran ngeunaan tindakan sarta laku-lampah hirupna. Biografi biasana bisa nyaritakeun ngeunaan kahirupan saurang inohong kaceluk atawa henteu kaceluk, tapi kitu, biografi ngeunaan jelema dawam baris nyaritakeun ngeunaan hiji atawa leuwih tempat atawa mangsa nu tangtu.

Biografi remen ogé nyaritakeun ngeunaan saurang inohong sajarah, tapi teu arang ogé ngeunaan jelema anu masih hirup. Loba biografi ditulis sacara kronologis. Sawatara période wayah kasebut bisa dikelompokkan dumasar téma-téma utama nu tangtu (contona "mangsa-mangsa mimiti anu hésé" atawa "ambisi sarta pencapaian"). Cacak kitu, sawatara anu séjén berfokus dina topik-topik atawa pencapaian nu tangtu.

Biografi merlukeun bahan-bahan utama sarta bahan nu ngarojong. Bahan utama bisa mangrupa barang-barang kawas surat-surat, buku poéan, atawa kliping koran. Sedengkeun bahan-bahan nu ngarojong biasana mangrupa biografi séjén, buku-buku référénsi atawa sajarah anu ngadadarkeun lalakon subyek biografi éta.

Biografi nyaéta hiji carita atawa katerangan ngeunaan kahirupan hiji jalma anu bersumber dina jejer rekaan (non-fiction / carita nyata). Hiji biografi leuwih kompleks batan saukur daptar tangga lahir atawa mati sarta data-data pakasaban hiji jalma,tetapi ogé nyaritakeun ngeunaan rarasaan anu kalibet dina ngalaman kajadian-kajadian kasebut anu menonjolkan béda perwatakan kaasup pangalaman pribadi.

Macem-macem Biografi:

* Dumasar sisi nu nulis
* Dumasar Eusina
* Dumasar pasualan anu dibahas
* Dumasar penerbitannya

Dumasar sisi nu nulis

1. Autobiografi.

Ditulis sorangan ku inohong anu kacatet lalampahan hirupna

2. Biografi.

Ditulis ku batur, dumasar idin penulisan dibagi luhur:

* Authorized biography, nyaéta biografi anu panulisanna saidin atawa sakanyaho  inohong dijerona
* Unauthorized biography, nyaéta ditulis hiji jalma tanpa sakanyaho atawa idin ti inohong di jerona (biasana alatan geus wafat)

Dumasar Eusina

* Biografi Lalampahan Hirup, Eusina mangrupa lalampahan hirup pepek atawa sawaréh pang berkesan.
* Biografi Lalampahan Karir, Eusina mangrupa lalampahan karir ti mimiti karir nepi ka karir panganyarna, atawa sawaréh lalampahan karir dina ngahontal suksés nu tangtu.

Dumasar pasualan anu dibahas

Biografi pulitik.
nyaéta penulisan inohong-inohong di nagari ieu ti sudut pulitik. Dina biografi sarupaning ieu bahan-bahan dikumpulkan biasana ngaliwatan riset. Tapi, biografi sarupaning ieu sakapeung basa henteu ucul ti kapentingan nu nulis atawa sosok anu ditulisna.

Intelektual biografi
anu ogé disusun ngaliwatan riset sarta sakabéh timuan dituangkeun nulisnadina gaya penulisan ilmiah.

Biografi jurnalistik atawa biografi sastra
nyaéta materi penulisan biasana ditampa ti hasil wawancara ka inohong anu baris ditulis atawa anu jadi rujukan minangka nu ngarojong penulisan. Ieu leuwih hampang alatan Ngan keterampilan sarta wawancara.

Dumasar penerbitannya

Buku Sorangan.

Penerbitan buku kategori ieu dipigawé luhur alpukah penerbit kalayan sakumna waragad penulisan, percetakan, jeung pamasaran ditanggung ku produsén. Biografi jenis ieu biasana ngamuat carita hirup inohong-inohong anu kira-kira baris metot perhatian umum.

Buku Subdisi.

Waragad pembuatan buku jenis ieu sawaréh dibiayai ku sponsor. Biasana pola ieu dipigawé dina buku-buku anu kira-kira ti sagi komérsial moal laku atawa lamun bisa dijual hargana pohara luhur ku kituna henteu kahontal.

Palaksanaan Penulisan Biografi:

TAHAP I: Diayakeun pasamoan kalayan klien pikeun ngomongkeun rencana penulisan. Klien baris dibéré guaran leuwih laér ngeunaan sistem penulisan biografi anu kami larapkeun sarta hal-hal séjén anu perlu dipikanyaho klien. Klien saterusna netepkeun wangun sarta jenis biografi anu dipikahayang.

TAHAP II: Kahayang klien baris kami bawa dina pasamoan jeung sasama anggota kreatifnet pikeun dibadamikeun sarta direncanakan. Sanggeus éta kami baris menghubungi klien pikeun ngalakonan pembicaraan saterusna. Lamun kabéhanana oke, baris diayakeun penandatanganan kontrak penulisan.

TAHAP V: Hasil penyusunan dina wangun naskah ditulis baris dibikeun ka klien pikeun dibenerkeun. Lila pengoreksian ku klien maksimal hiji minggu. Sanggeus éta, naskah dipulangkeun deui ka kami.

TAHAP VI: Perbaikan sarta pemrosesan ahir kami pigawé. Lamun aya anu kurang écés, klien baris kami hubungi deui.

TAHAP VII: Tahap penulisan dianggap réngsé. Hasil ahir mangrupa naskah jadi dina wangun print-out sarta CD kami serahkeun ka klien. Pikeun memperbanyak dina wangun buku atawa CD baris diayakeun pembicaraan terusan antara kami sarta klien.
Waktu nulis biografi, saurang nu nulis narékahan menyajikan lalampahan kahirupan saurang inohong. Biasana, babasan ekspresi wayah anu variatif bisa ngajadikeun tulisan leuwih metot sarta henteu lalajo.

Sajaba ti éta Hal-hal anu perlu dipigawé dina nulis hiji biografi antara séjén:

* Pilih hiji jalma anu metot perhatian Anjeun.
* Manggihan fakta-fakta utama ngeunaan kahirupan jelema kasebut.
* Mimitian kalayan ensiklopedia sarta catetan wayah.
* Pikirkeun, naon deui anu perlu Anjeun nyaho ngeunaan jelema éta, bagian mana ti hirupna anu hayang leuwih loba Anjeun tuliskeun.
* Sawatara patarosan anu meureun bisa dijadikeun tinimbangan contona:

1. Naon anu nyieun jelema ieu istimiwa atawa metot?
2. Akibat naon anu geus manéhna pigawé pikeun dunya atawa batur?
3. Kecap sipat naon anu meureun baris mindeng Anjeun paké pikeun ngagambarkeun jelema ieu?
4. Conto naon anu bisa ditempo ti hirupna anu ngagambarkeun sipat kasebut?
5. Kajadian naon anu nyieun atawa ngarobah kahirupan jelema éta?
6. Naha manéhna sanggup nungkulan aral kasebut? Naha manéhna nungkulanana kalayan nyokot resiko? Atawa kalayan keberuntungan?
7. Naha dunya baris jadi leuwih boh boh leuwih goréng lamun jelema ieu henteu kungsi hirup? Kumaha bisa sarta naha?
8. Pigawé ogé panalungtikan saterusna kalayan bahan-bahan ti perpustakaan atawa internet pikeun mantuan Anjeun némbalan patarosan-patarosan di luhur sarta sangkan carita Anjeun leuwih metot.

Di handap ieu babasan ekspresi wayah anu bisa dipaké. Ngécéskeun hubungan wayah runtuyan peristiwapertama kali, dina mulanya;o Mimiti, dina mulanya;

* Saterusna,lalu,berikutnya,sesudahitu,setelahini, sanggeus/peristiwa/kejadian ieu
* Pamustunganana Pikeun némbongkeun hiji wayah
* Dina (umur/umur) 12, waktu umurna 12 (warsih)
* Taun ka tukang, warsih ieu, warsih ka hareup, warsih saterusna, poé saterusna sataun anu tuluy Pikeun némbongkeun période wayah anu terus nerus. Salila mangsa rumaja, wayah kuring rumaja, salila tilu warsih, pikeun wayah anu lila. Saprak (mimiti période anu terus nerus) Preposisi
* Di … (ngaran tempat, arah), dina … (tanggal/bulan/tahun)Conto biografi